TourismBlog : Pariwisata, Destinasi dan Tata Kelola Destinasi
Pariwisata,
Destinasi dan Tata Kelola Destinasi
Oleh : Uswah Amiratih
Melihat kembali apa itu Pariwisata? Pariwisata
merupakan suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan untuk sementara dari suatu
tempat ke tempat lain dan kembali lagi ke tempat asalnya baik itu untuk tujuan
bersenang – senang, suatu kebutuhan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu/pembelajaran,
perbaikan kesehatan, menunaikan tugas dan tujuan lainnya, dan tidak untuk
mencari nafkah dan semata – mata menjadi seorang konsumen, Kegiatan ini di
dukung oleh berbagai fasilitas serta pelayanan yang disediakan baik itu oleh
masyarakat, pengusaha/swasta, pemerintah atau pemerintah daerah. Kegiatan
Pariwisata ini biasanya dilakukan secara Individual ataupun Berkelompok.
Pariwisata juga ada hubungannya dengan Destinasi,
kenapa? Karena di Pariwisata itu di dalamnya ada beberapa bagian/elemen yang
mendukung kegiatan pariwisata ini terjadi, salah satunya yaitu adanya sebuah
Destinasi, Karena tanpa adanya Destinasi, Pariwisata tidak akan pernah terjadi,
mengingat kembali bahwa Pariwisata itu suatu kegiatan perjalanan dimana
wisatawan membutuhkan sebuah destinas/daerah tujuan untuk melakukan perjalanan.
Untuk mengetahui lebih jelasnya hubungan Pariwisata
dengan Destinasi, sebelumnya saya akan membahas tentang apa itu Destinasi?
Destinasi bisa juga disebut dengan Daerah Tujuan, di dalam Pariwisata disebut
dengan Destinasi Pariwisata. Destinasi Pariwisata adalah suatu daerah tujuan/tempat
yang terletak di suatu wilayah yang di dalamnya terdapat beberapa elemen yang
mendukung pembentukan suatu destinasi, yang dimana segala kegiatan pariwisata bisa
dilakukan dengan adanya Daya Tarik Wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata
serta aksesibilitas yang dapat membuat seseorang tertarik untuk dapat
berkunjung ke suatu tempat ke tempat lainnya dengan adanya alasan untuk
mengunjungi sebuah destinasi. Destinasi Pariwisata ini juga terletak di bagian
ruang wilayah yang luas, mencakup dari satu wilayah administratif pemerintahan
sehingga terbentuk sebuah destinasi.
Destinasi Pariwisata terbentuk karena adanya
beberapa elemen yang mendukung sebuah Destinasi Pariwisata terbentuk, saya akan
membahas tentang Elemen – Elemen Pembentukan sebuah Destinasi Pariwisata.
Elemen
– Elemen Pembentuk Destinasi :
1.
Atraksi
( Attraction )
Atraksi ini merupakan salah satu
elemen pendukung pembentukan sebuah Destinasi, yang merupakan suatu daya tarik
wisata yang dapat menarik wisatawan. Dan merupakan salah satu alasan wisatawan
berwisata ke suatu destinasi. Dimana wisatawan datang berwisata untuk menikmati
hal – hal yang tidak dapat mereka temukan dalam kehidupan sehari – hari. Bisa
juga disebut sesuatu yang diminati oleh wisatawan. Atraksi ini bersifat tidak
nyata ( intangible ) karena atraksi ini sesuatu yang tidak dapat disentuh/dirabah
melainkan dapat dirasakan. Seperti menyaksikan keunikan, melihat keindahan yang
ada pada suatu destinasi. Atraksi ini, dapat digolongkan menjadi 2 golongan
yaitu Objek Wisata atau Atraksi Wisata. Maksudnya Atraksi bisa juga menjadi
sebuah Objek Wisata atau Atraksi Wisata, dijadikan sebagai Objek Wisata jika
atraksi itu bisa dikembangkan menjadi sebuah Objek dan biasanya Objek Wisata
ini terdiri dari Objek Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Manusia (Man Made),
sedangkan dijadikan sebuah Atraksi Wisata karena adanya sesuatu yang nyata,
yang hanya bisa dilihat tapi tidak bisa disentuh.
Contoh : Di Kota Makassar, Jika
Atraksi itu Menjadi Sebuah Objek Wisata yaitu Pulau Samalona (Alam), Museum La Galigo (Budaya), Trans Studio Theme
Park (Buatan). Dan Jika itu Atraksi Wisata yaitu, Menikmati Sunset di Pantai
Losari.
2.
Amenitas
( Amenities )
Amenitas juga merupakan elemen pendukung
pembentukan sebuah Destinasi, yang merupakan serangkaian fasilitas yang dapat
digunakan oleh Wisatawan pada saat berkunjung di sebuah Destinasi Pariwisata,
yang dapat memudahkan wisatawan dalam memenuhi kebutuhannya selama berada di
Destinasi. Fasilitas seperti, Penginapan yaitu Hotel dan sejenisnya yang
merupakan sarana akomodasi yang disediakan bagi wisataawan yang memiliki jangka
waktu untuk tinggal lebih lama, Rumah Makan juga merupakan fasilitas pendukung
yang sangat penting karena wisatawan membutuhkan fasilitas ini untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya yaitu makan dan minum, Transportasi merupakan fasilitas yang
dibutuhkan oleh wisatawan untuk berpergian dari suatu tempat ke tempat lain.
Contoh : Kota Makassar, di Kota Makassar
tersedia berbagai jenis Penginapan
yang bisa digunakan oleh Wisatawan pada saat berkunjung seperti, Hotel, Homestay, Mess dan lain – lain
sesuai dengan kebutuhan wisatawan, adapun untuk Rumah Makan yang tersedia terdiri Rumah Makan, Warung, Restoran, Lalapan dan lain – lain, dan juga
Transportasi yang bisa digunakan oleh Wisatawan yaitu Transportasi Umum seperti
Becak, Pete-Pete (Angkutan Khas Makassar) dan Bentor (Becak Motor), Travel yaitu Bus, Mini Bus, Travello, Sewa Kendaraan yaitu Motor
dan Mobil Private, dan juga Transportasi
Online yaitu Gojek dan Grab
Indonesia.
3.
Aksesibilitas
( Accessibility )
Aksesibilitas merupakan suatu
jalur/jalan utama yang dapat digunakan wisatawan untuk memasuki sebuah
destinasi yang merupakan sebuah akses dalam kegiatan pariwisata agar dapat
memudahkan wisatawan mencapai suatu Destinasi yang dituju. Adapun aksesibilitas
yang dapat digunakan wisatawan untuk mencapai suatu destinasi seperti Jalur
Darat yang menggunakan transportasi beroda dua dan beroda empat seperti Motor,
Mobil dan Bus biasanya terdapat di Terminal, Jalur Laut menggunakan Kapal Laut
sebagai transportasinya dan biasanya ada di Pelabuhan,dan juga Jalur Udara
menggunakan Pesawat sebagai Transportasinya dan biasanya ada di Bandara.
Contoh : Kota Makassar, Jalur Darat
menggunakan Terminal Mallengkeri,
Terminal Daya, dan Jalur Laut menggunakan Pelabuhan Soekarno Hatta, dan juga Jalur Udara menggunakan Bandara Udara International Sultan
Hasanuddin.
4.
Pelayanan
( Service )
Pelayanan juga merupakan salah satu
elemen pelengkap pembentukan sebuah Destinasi yang harus disediakan oleh
seorang pemerintah daerah di suatu destinasi, baik itu untuk wisatawan maupun
masyarakat di destinasi. Dan pelayanan yang dimaksud itu adalah pemasaran untuk
memasarkan sebuah destinasi, pembangunan fisik yang berhubungan dengan
memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, serta mengkoordinir segala
aktivitas di sebuah destinasi yang dapat membuat wisatawan dapat tinggal lebih
lama di sebuah destinasi.
Contoh : Kota Makassar, memasarkan
destinasi pariwisata kota Makassar oleh Dinas
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kota Makassar dan Pembangunan Fisik yaitu TIC(
Tourism Information Center) yang dibutuhkan oleh wisatawan pada saat berkunjung
ke suatu destinasi yang baru, seperti SSTIC
(South Sulawesi Tourism Information Center) yang ada di Dinas Kebudayaan
dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dan setelah elemen – elemen pembentuk
sebuah destinasi sudah terbentuk, maka membutuhkan sebuah strategi untuk
mengelola atau mengatur sebuah destinasi dengan cara mengkoordinasi dan
integrasi sebuah destinasi untuk meningkatkan kualitas sebuah destinasi. Dan
itu ada hubungannya dengan Tata Kelola Destinasi.
Pembahasan saya kali ini akan membahas
tentang apa itu Tata Kelola Destinasi? Tata Kelola Destinasi merupakan
pengkoordinasian dan integrasi suatu destinasi berdasarkan dengan elemen –
elemen yang ada dalam sebuah destinasi berdasarkan strategi dan perencanaan
yang sesuai dan tepat untuk meningkatkan sebuah destinasi. Jadi, Hubungan Tata
Kelola Destinasi dengan Destinasi Pariwisata ini sangat penting karena bersifat
berkelanjutan (Sustainable) yang membuat suatu destinasi terus
berkembang/berkelanjutan menjadi sebuah destinasi yang di minati oleh
wisatawan.
Komentar
Posting Komentar