TourismBlog : Destination Management Organization (DMO)
Destination Management Organization (DMO)
Oleh : Uswah Amiratih
Oleh : Uswah Amiratih
Dapat disimpulkan, bahwa Tata
Kelola Destinasi merupakan suatu koordinasi dan integrasi suatu destinasi
berdasarkan elemen – elemen yang ada pada sebuah destinasi berdasarkan strategi
dan perencanaan yang direncanakan untuk mengembangkan dan meningkatn sebuah
destinasi. Adapun perbedaan antara Tata Kelola Destinasi dengan DMO yaitu saya
akan membahas tentang apa itu DMO? Destination Management Organization atau
Organisasi Pemasaran Destinasi?
Organisasi Pemasaran Destinasi
(DMO) merupakan pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk koordinasi dan
integrasi semua elemen destinasi dengan tujuan meningkatkan dan memasarkan
sebuah destinasi. DMO ini mencakup Koordinasi, perencanaan, implementasi dan
pengendalian evaluasi secara sistematik/terstruktur melalui pemanfaatan
jejaring (stakeholder), informasi yang terpimpin dan peran masyarakat,
pelaku/asosiasi, industry, akademisi dan pemerintah yang memiliki tujuan dan
kepentingan bersama. Maksud dari pengertian diatas yaitu DMO memiliki fungsi
untuk memimpin dan mengkoordinasikan berbagai elemen destinasi, pemasaran
destinasi, dan lingkungan yang harus terus dikembangkan/berkelanjutan. Adapun Tujuan
DMO dalam pengembangan sebuah destinasi yaitu untuk memberikan acuan atau
pedoman untuk proses pembentukan dan pengembangan DMO di daerah –
daerah/destinasi dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang terpadu dan
berkelanjutan, dan juga mengintegrasi rencana pengembangan DMO di sebuah
destinasi.
Pentingnya DMO dalam pengembangan
sebuah destinasi yaitu dapat membantu meningkatkan
citra sebuah destinasi, dengan memberikan gambaran yang baik tentang suatu
destinasi atau dengan memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan sehingga
bisa membuat wisatawatn dapat berkunjung
kembali ke sebuah destinasi, dan secara tidak langsung dengan meningkatkan
citra sebuah destinasi wisatawan yang ingin berkunjung kedua kalinya dapat
mengajak wisatawan lain untuk berkunjung ke sebuah destinasi. Dan membantu pembuatan Branding suatu destinasi,
dimana branding ini merupakan suatu “tanda” yang bisa diketahui oleh banyak
wisatawan yang menjadikan branding sebagai salah satu penilaian suatu destinasi
yang bisa dikunjungi dan sebagai identitas sebuah destinasi bagi wisatawan
untuk mengenal sebuah destinasi. Dan juga dapat membantu Memasarkan suatu destinasi menjadi destinasi yang bisa lebih
dikenal oleh banyak orang dengan memberikan pelayanan dan pengalaman yang dapat
ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung dan kegiatan promosi yang dilakukan
untuk menarik wisatawan.
Dalam pengembangan sebuah destinasi
menggunakan DMO yang melakukan Penerapan pada sebuah destinasi yang pertama yaitu
menerapkan koordinasi terhadap Produk Fisiknya
seperti, menyediakan beberapa attraksi yang merupakan peran penting dalam
menarik wisatawan untuk berkunjung, fasilitas seperti adanya hotel dan restoran
yang memadai untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, transportasi yang harus ada
dengan menyediakan trasportasi yang nyaman untuk wisatawan berkunjung dan
infrastruktur yang baik dan aman untuk mendukung perjalanan wisatawatn menjadi
menyenangkan pada saat berkunjung ke sebuah destinasi. Kedua dengan memberikan
kesadaran tentang pentingnya menyediakan SDM
yang ahli dalam Hospitaliti dan dalam menyediakan pelayanan kepada
wisatawan. Ketiga yaitu membuat Rangkaian
perjalanan wisata yang terstruktur untuk semua kegiatan di suatu destinasi,
dengan menjalin kerja sama dengan beberapa travel agent untuk membantu membuat
Tour Packager (Paket Tour) dan memasarkan paket tour dengan menggunakan travel
agent atau sistem online. Keempat yaitu menyediakan beberapa program/aktivitas baru
yang menarik yang bisa membuat wisatawan lebih lama tinggal di suatu destinasi.
Adapun peran DMO dalam Tata Kelola
Destinasi yaitu sebagai Pemimpin dalam koordinasi sebuah destinasi yang berperan memberikan arahan terkait sebuah
pengembangan destinasi di masa yang akan datang, sebagai Perencanaan dan
Penelitian yang berperan mempersiapkan kebijakan, rencana dan strategi untuk
suatu destinasi baru, sebagai Pengembangan Produk yaitu berperan memiliki
tanggung jawab keseluruhan untuk pengembangan
berkelanjutan dalam hal produk wisata pada suatu destinasi, sebagai
Pemasaran dan Promosi berperan untuk mengembangkan secara keseluruhan strategi
pemasaran, sebagai Kemitraan dan Penguatan Tim yang berperan sebagai membuat
bersama Tim/Organisasi dengan tujuan yang efektif dan membangun kemitraan untuk
mencapai tujuan pengembangan sebuah destinasi. Dan juga sebagai Hubungan Antar
Masyarakat yang berperan sebagai peran utama dan pendukung pariwisata dalam
tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat lokak untuk mendukung pencapaian tujuan
pengembangan dan pemasaran sebuah destinasi.
Salah satu contoh peneran DMO dalam
pengembangan sebuah Destinasi yaitu dilakukan oleh Indonesia dengan bantuan
Kementerian Pariwisata RI yang melakukan terobosan dengan menggagas Tata Kelola
Destinasi Wisata berlabel Destination Management Organization (DMO) pada tahun
2011/2013 yang tidak tanggung – tanggung menggunakannya dengan 15 destinasi
unggulan ditetapkan sebagai cluster untuk dikembangkan dengan model Tata Kelola
Destinasi yang sukses di adopsi di berbagai penjuru dunia. Ke 15 cluster itu meliputi
Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Danau Toba, Bunaken, Sabang, Tana Toraja,
Borobudur, Rinjani, Raja Ampat, Wakatobi, Tanjung Putting Derawan, Danau Batur
- Kintamani dan Pulau Komodo - Kelimutu – flores - Bromo - Tengger – Semeru. Caranya
melaui pemanfaatan jaringan, informasi dan teknolgi yang terpimpin secara
terpadu dengan peran serta masyarakat, pelaku/asosiasi, industry, akademisi,
serta pemerintah. Nantinya akan terlihat apa tujuan pariwisata di Indonesia,
termasuk meningkatkan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisatawan, lama
tinggal, dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat local.
Dan itu tadi merupakan
pembahasan tentang Destination Management Organizations (DMO) atau Organisasi
Pemasaran Destinasi dengan kaitannya dengan Tata Kelola Destinasi ( Destination
Management). Bahwa keduanya saling berkaitan satu sama lain, dan DMO ini
merupakan salah satu jenis pengembangan pariwisata dengan pengembangan yang
berkelanjutan juga dengan melibatkan semua pihak yang ikut serta dalam
mengembangakan sebuah Pariwisata. Khususnya di Indonesia, dilihat dari
bagaimana Kementrian Pariwisata RI menetapkan Sistem DMO ini ke beberapa
Destinasi yang ada di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar